Just another WordPress.com site

Perbedaan Antara NPV dan IRR

NPV (Net Present Value)

Net Present Value juga merupakan selisih antara present value arus manfaat (benefit) dengan present value arus biaya (cost). NPV menunjukkan manfaat bersih yang diterima dari suatu usaha selama umur usaha tersebut pada tingkat discount rate tertentu. Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan serta perkiraan benefit dari proyek yang direncanakan. Jika NPV dari suatu proyek positif, hal ini berarti bahwa proyek tersebut diharapkan akan menaikkan nilai perusahaan sebesar jumlah positif dari NPV yang dihitung dari investasi tersebut dan juga bahwa investasi tersebut diharapkan akan menghasilkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi daripada tingkat keuntungan yang dikehendaki. Untuk membandingkan dua proyek yang mana akan dipilih dapat dilakukan dengan membandingkan kedua nilai NPV proyek, dimana NPV proyek yang lebih besar adalah suatu proyek yang layak.

IRR (Internal Rate of Return)

IRR adalah tingkat bunga yang akan menjadikan jumlah nilai sekarang dari proceeds yang diharapkan akan diterima (PV of future proceeds) sama dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran modal (PV of capital outlays). Pada dasarnya “internal rate of return” harus dicari dengan cara “Trial and error” dengan serba coba-coba. IRR lebih merupakan suatu indikator efisiensi dari suatu investasi, berlawanan dengan NPV, yang mengindikasikan value atau suatu besaran uang. IRR merupakan effective compounded return rate annual yang dapat dihasilkan dari suatu investasi atau yield dari suatu investasi. Suatu proyek/investasi dapat dilakukan apabila rate of returnnya lebih besar daripada return yang diterima apabila kita melakukan investasi di tempat lain (bank, bonds, dll). Untuk menentukan besarnya nilai IRR harus dihitung dulu NPV1 dan NPV2 dengan cara coba-coba. Jika NPV1 bernilai positif maka discount factor kedua harus lebih besar dari SOCC, dan sebaliknya. Dari percobaan tersebut maka IRR berada antara nilai NPV positif dan NPV negatif yaitu pada NPV = 0. Apabila terdapat satu proyek yang independen maka NPV dan IRR akan selalu memberikan rekomendasi yang sama untuk menerima atau menolak usulan proyek tersebut, namun apabila ada proyek yang mutually exclusive, NPV dan IRR tidak selalu memberikan rekomendasi yang sama. Intinya adalah untuk proyek-proyek yang mutually exclusive, maka pilihan yang tepat yaitu proyek dengan NPV tertinggi.

Erina wuri handayani / 240210100029

NPV & PV

Pengertian dari NPV ialah merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon faktor, atau dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskontokan pada saat ini.Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan serta perkiraan manfaat/benefit dari proyek yang direncanakan. Sedangkan pv ialah Nilai sekarang dari sebuah anuitas dan identik dengan nilai awal dari penanaman modal. Anuitas dari sebuah present value sama dengan jumlah angsuran pada setiap interval. Jumlah angsuran pada setiap interval dari sejumlah pinjaman tergantung pada besar kecilnya tingkat bunga dan jangka waktu yang digunakan. Present Value digunakan untuk untuk mengetahui nilai investasi sekarang dari suatu nilai dimasa datang. Untuk menghitung PV bisa menggunakan fungsi pv() yang ada dimicrosoft excel. Ada lima parameter yang ada dalam fungsi pv(), yaitu :

*        Rate, tingkat suku bunga pada periode tertentu bisa per bulan ataupun per tahun.

*        Nper, jumlah angsuran yang dilakukan.

*        Pmt, besar angsuran yang dibayarkan.

*        Fv, nilai akan datang yang akan dihitung nilai sekarangnya.

*        Type, jika bernilai 1 pembayaran dilakukan diawal periode, jika bernilai 0 pembayaran dilakukan diakhir periode.

Pengertian IRR

Internal rate of return adalah untuk mencari suatu tingkat bunga yang akan menyamakan jumlah nilai sekarang dari penerimaan yang diharapkan diterima (present value of future proeed) dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran untuk investasi. Dengan kata lain,IRR adalah discount rate yang menjadikan NPV sama dengan nol. Pengertian dari pada IRR didefinisikan sebagai tingkat bunga yang menjadikan jumlah nilai sekarang dari proced yang di harapkan diterima sama dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran modal.

 

SOCIAL OPPURTUNITY COST IF CAPITAL (SOCC)

Biaya sosial yang ditanggung masyarakat, biasanya digunakan sebagai diskon faktor. SOCC ini sangat berhubungan denga IRR, hubungannya yakni sebagai berikut :

Jika              IRR > SOCC maka proyek dikatakan layak

IRR = SOCC berarti proyek pada BEP

IRR < SOCC dikatakan bahwa proyek tidak layak.

 

Contoh Soal 2 :

Pimpinan perusahaan akan mengganti mesin lama dengan mesin baru karena mesin lama tidak ekonomis lagi, baik secara teknis maupun ekonomis. Untuk mengganti mesin lama dibutuhkan dana investasi sebesar Rp 75.000.000,‐. Mesin baru mempunyai umur ekonomis selama 5 tahun dengan salvage value berdasarkan pengalaman pada akhir tahun kelima sebesar Rp. 15.000.000,‐. Berdasarkan pengalaman pengusaha, cash in flows setiap tahun diperkirakan sebesar Rp 20.000.000,‐ dengan biaya modal 18% per tahun. Apakah penggantian mesin ini layak untuk dilakukan apabila dilihat dari PV dan NPV?

 

Jawaban :

DF 18%

P = P + A (P/A,i,n) + F (P/F, i, n)

P = -75.000.000 + 20.000.000 (P/A, 18%, 5) + 15.000.000 (P/F, 18%, 5)

P = -75.000.000 +62.544.000 + 6.556.500

P = -5.899.500

DF 14%

P = 20.000.000 + 20.000.000 + 20.000.000 + ….. + 20.000.000 + 15.000.000

(1 +0,14)          (1 + 0,14)2           (1 + 0,14)3                                    (1 + 0,14)5            (1 + 0,14)5

P = 1.754.3859 + 15.389.350 + 13.499.430 + 11.841.605 + 10.387.373 + 7.790.529

P = 76.452.146 – 75.000.000 = 1. 452.146

DF 24%

P = 20.000.000 + 20.000.000 + 20.000.000 + ….. + 20.000.000 + 15.000.000

(1 +0,24)          (1 + 0,24)2           (1 + 0,24)3                                    (1 + 0,24)5            (1 + 0,24)5

P = 16.129.032 + 13.007.284 + 10.489.745 + 8.459.471 + 6.822.154 + 5.116.616

P = 60.024.302 – 75.000.000

P = – 14.975.698

 

 

Tulisan yang akan saya review kali ini membahas tentang agribisnis dan agropreneur secara keseluruhan. Agribisnis sendiri muncul pada sekitar tahun 1956, kemudian disusul dengan istilah agroindustri yang baru memasyarakat pada akhir tahun 1980-an. Sementara itu istilah agrotechnopreneur baru muncul pada tahun 2000-an. Agropreneurship adalah berbagai upaya yang dilakukan pihak pihak khusunya wirausaha dalam memanfaatkan peluang industri agribisnis.

Penulis juga menerangkan beberapa sifat yg dimiliki oleh seorang agropreneur seperti, Mampu memecahkan masalah dengan cepat dan tepat, Memiliki kebutuhan yang kecil terhadap status ,tidak arogan tetapi rendah hati dan harmonis dengan alam, Memiliki energi yang tinggi dalam arti bersemangat dan tidak mudah menyerah. Para calon agropreuner dapat melakukan penelitian mengenai peluang agribisnis dan agroindustri, riset tentang peranan perencanaan bisnis yang baik dan melakukan identifikasi terhadap komoditas atau produk yang bernilai tambah tinggi. Seorang agropreneur harus bisa ikut andil dalam teknologi memainkan peranan penting dalam kemajuan peradaban dan kesejahteraan kehidupan modern. Namun teknologi bisa menjadi kegagalan jika tidak dikelola dengan baik karena itulah muncul istilah agrotechnopreuner sebagai penghargaan pada agriopreuner yang mampu mengelola dan memanfaatkan teknologi dengan baik.

Tidak hanya itu penulis juga menceritakan bahwa persaingan juga sangatlah luas terutama persaingan diluar negri. Seperti contohnya persaingan di malaysia. Untuk menjembatani kedua hal tersebut, para agrotechnoprenenur perlu melakukan perancangan produk sebagai salah satu strategi dan seni dalam berbisnis (the art of business). Konsekuensi yang logis dari era globalisasi tersebut melahirkan peluang dan ancaman bagi eksistensi dan perkembangan kelembagaan ekonomi dan perdagangan. Beberapa kompetensi spesifik yang juga dapat membangun kompetensi agrotechnopreneurship tersebut adalah sebagai berikut :

  • Kreaktivitas dan tingkat inovasi dalam agribisnis
  • Perencanaan dan pola pemikiran yang strategis
  • Keahlian interpersonal dan tim

Selain itu terdapat juga sharing pengalaman dari para Pengalaman dan Kiat-Kiat Agrotechnopreneur ASEAN dalam membangun bisnisnya seperti, Arsenio barcelona, Boba sadino, Danny K. Rusli, Tatang hardinata, Dr. Martha Tilaar Mengembangkan Industri Jamu dan Kosmetika yang mengawali bisnisnya dari produk-produk dari komoditas agribisnis.

Penulis menuliskan juga mengenai trend utama pada pasar komoditas pertanian dunia setelah 2007/2008. Seperti contohnya mengulas tentang komoditi biji-bijian, minyak nabati, gula, hasil ternak, bahan bakar nabati, dan perikanan. Namaun selain itu ada juga masalah yang dihadapi oleh pertanian dan pangan di indonesia yang dibahas dalam buku ini. Tantangan dan peluan kerja agribisnis sayuran dan buah-buahan seperti kendala di lapangan, solusi dan implikasi kebijakan. Bencana alam juga kerupakan salah satu tantangan yang harus siap dihadapi sebagai seorang agribisnis. Contohnya Musibah banjir di Jakarta biasanya dimulai akhir bulan september dan mulai menyurut di bulan maret. Namun, dapat dipastikan bahwa bencan banjir masih mengancam sejumlah daerah di Indonesia bahkan terkadang diikuti dengan bencana longsor yang menimbulkan banyak korban dan juga materil yang besar bagi penduduk yang justru sedang menderita akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan. Oleh karena itu seharusnya sudah disiapkan sebelumnya yg namanya Membangun Kepercayaan melalui Rantai Pasokan Pangan. Sebagai negara yang memiliki daya dukung dan kompetensi inti yang cukup besar dari kelimpahan sumber daya alam serta industri-industri pengolahan hasilnya, sudah selayaknya presiden dan wakil presiden yang sudah dilantik tahun 2009 yang lalu selalu mengedepankan kepentingan rakyat kecil melalui program kerja kabinet yang sellau bertekad dan berusaha memberikan kinerja yang terbaik dengan memegang teguh prinsip good governance.

Menurut saya penulis sangat mendalami sekali mengenai bidang agribisnis dan agripreneur dimana dalam buku ini sangat dibahas sekali mengenai detail detail menjadi seorang agripreneur yang sukses berikut cerita pengalaman dari agripreneur terdahulu yang sudah sukses.

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.